Mengenal Cara Kerja Vaksin Covid

Jenis sel kekebalan lain, sel B juga dapat menghadapi virus corona yang tidak aktif. Dalam uji coba ini, para peneliti vaksin memprioritaskan rekrutmen para petugas kesehatan karena mereka lebih mungkin terpapar virus tersebut dibandingkan kelompok masyarakat yang lain. Maka vaksin virus corona Sinovac tidak mengandung virus hidup atau virus yang dilemahkan. Walaupun nantinya kita sudah menerima vaksin COVID-19, kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan ketat sekaligus pola hidup sehat selama pandemi. Bagaimanapun pandemi belum berakhir, mari jaga kesehatan diri untuk keamanan bersama. Perlu diingat, pada saat pemberian dosis 1 vaksinasi Covid-19, maka respons imun primer terjadi ketika antigen bersentuhan dengan sistem imun untuk pertama kalinya.

Meski begitu, tidak semua orang punya kesempatan untuk bisa divaksinasi. Orang dengan sistem imun yang lemah seperti pengidap HIV atau kanker atau yang punya alergi terhadap komponen vaksin tertentu tidak dapat diberikan vaksin. Ada juga bentuk yang lain, yaitu bakteri, yang merupakan makhluk hidup berupa sel tunggal yang berkembang biak melalui membelah diri. Di dalam tubuh kita terdapat lebih banyak bakteri dari pada sel-sel manusia. Bakteri banyak ada di dalam telinga, dalam usus, maupun permukaan kulit. Tidak semua bakteri merugikan, beberapa bakteri menguntungkan manusia karena mereka juga menjadi semacam halangan untuk bakteri-bakteri patogen atau virus patogen yang lain yang ingin masuk ke dalam sel.

Selain itu dapat pula dilakukan dari keseluruhan organisme yang terdeaktivasi melalui proses kimia, termal, maupun proses lainnya dan dari toksin yang telah terdeaktivasi. Metode ini telah digunakan selama lebih dari satu abad sejak Jonas Salk menggunakannya untuk membuat vaksin polio di tahun 1950-an. Itu lantas menjadi dasar untuk Agen PAY4D Terpercaya vaksin melawan penyakit lain termasuk rabies dan hepatitis A. “Jadi ini sederhananya bisa disimpulkan, tubuh yg telah divaksin, maka dalam tubuh akan dibentuk semacam tentara yang siap menghalau virus dengan ciri yang sudah dikenali tadi,” ujar M. Namun, tak sedikit yang lantas bertanya mengenai cara kerja vaksin di dalam tubuh.

Cara kerja vaksin covid

Sistem imun tubuh akan merespons kehadiran protein itu dan mulai membentuk antibodi dan mengaktifkan sel T untuk membunuh sel-sel yang mengandung protein virus corona. Tubuh yang telah disuntikkan vaksin itu kemudian akan membentuk antibodi yang berfungsi sebagai “pasukan” yang melawan virus COVID-19. Selain itu, dokter yang bertugas di RS Omni Pulomas tersebut ini mengatakan, tubuh akan membentuk sel memori yang punya kemampuan mengingat. Jika fragmen cocok dengan salah satu protein permukaannya, sel T menjadi aktif dan membantu merekrut sel kekebalan lain untuk merespons vaksin.

Virus tidak bisa berkempang biak sendiri, artinya virus ini harus menginfeksi sel supaya bisa memperbanyak diri di dalam sel. Ketika memperbanyak diri virus memanfaatkan mekanisme perbanyakan diri baik itu dari arenanya atau dari DNA-nya yang secara alami terjadi di dalam sel. Virus memperbanyak diri dalam sel kemudian keluar dari satu sel ke sel yang lain untuk memperbanyak diri, begitu seterusnya.

Selain itu, antibodi dapat mengembangkan sel memori yang bisa menangkal patogen lebih cepat daripada saat pertama kali menghadapinya. Pemerintah melalui Satgas Covid-19 berulang kali memaparkan cara kerja vaksin dalam tubuh, termasuk vaksin Covid-19. Juru bicara vaksinasi nasional dari Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menyatakan vaksin dimasukkan ke tubuh agar seseorang dapat melawan penyakit yang spesifik. Meski bercak yang ditimbulkan relatif besar, namun kondisi ini tidak berbahaya.

Virus sendiri terdiri dari protein yang tajam , membran, kapsul, dan inti virus. Keempat bagian tubuh virus inilah yang dimasukkan ke dalam vaksin dan diberikan dalam dua dosis. Apalagi, wanita hamil dilaporkan memiliki risiko lebih tinggi daripada wanita yang tidak hamil untuk mengalami Covid-19 yang parah.

Setelah paparan, sesorang bisa terinfeksi atau “membawa” virus namun tidak bergejala, yang disebut infeksi asimptomatik. Wakil Presiden Ma’aruf Amin yang juga menjabat sebagai Ketua MUI menjelaskan bahwa MUI terlibat dari mulai perencanaan, pengadaan vaksin, pertimbangan kehalalan vaksin, hingga sosialisasi kepada masyarakat. Beliau menekankan bahwa vaksin yang akan diberikan ke masyarakat harus mengantongi sertifikat halal dari lembaga yang memiliki otoritas, dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia.